Selasa, 15 Mei 2012

RATAPAN KUNTILANAK (by Risa Saraswati)

aku terbang dari satu tempat ketempat lain. Mungkin menurut kalian terlihat terbang, tapi tidak kenyataannya..aku hanya berjalan dari satu tempat mencari tempat yang jauh lebih nyaman buatku berteduh. Kalian tau? begitu aku menyukai tempat yang sangat gelap...aku tidak suka kalian mencemooh bagaimana fisikku kini. Aku cantik? ya aku pernah cantik, itu dulu saat semuanya belum kuakhiri dengan paksa. Jangan paksa aku untuk menceritakan kenapa aku begitu berani menyayatkan pisau dinadiku hingga seperti sekarang ini, terlalu menyakitkan bagiku untuk mengingatnya.... Walau tak kupungkiri, tak akan pernah bisa aku enyahkan segala pikiran tentang masa laluku. Kalaupun bisa, mungkin aku tidak akan begini...hinggap dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Begitu aku menyukai anak perempuan, suka sekali. Entah kenapa aku begitu yakin kalau bayi yang ku kandung dulu dan mati bersamaku adalah bayi perempuan.


Surgaku adalah melihat para wanita melahirkan anak mereka dari dekat..dekat sekali, hingga tak jarang aku menemani para ibu hamil di rumah sakit rumah sakit bersalin. Sayang, banyak mahkluk sepertiku juga yang tak segan mengusir jika melihat keberadaanku. Sejujurnya, aku hanya ingin melihat bagaimana rasanya melahirkan..bagaimana rasanya memiliki bayi, tidak tidak jangan pikir aku akan mencuri bayi kalian.


Mistis sialan membuat aku dan teman-temanku yg lain menjadi terkesan menakutkan. Mungkin memang ada yang suka mencuri bayi, tapi percayalah...tidak semua seperti itu. Jika kalian ingin bertemu denganku atau hanya sekedar ingin berteman denganku, aku akan sangat bahagia... Kesepian, ya! aku kesepian. Panggil saja aku, sesukamu! aku bahkan lupa namaku saat masih bernafas dulu. Jadi sebut saja sesuka hatimu siapa namaku. Kamu cukup mematikan lampu kamarmu, lalu membayangkan sosok seorang wanita dengan tinggi 159cm, berambut hitam legam hingga menyentuh lantai kamarmu, bajuku daster tipis putih semata kaki...sudah tidak putih lagi...ada bercak darah memenuhinya, kulitku pucat putih dan kaku , walau tak bahagia...tapi aku suka sekali tersenyum dan tertawa, o iya...mukaku tak usah kau hiraukan..akan kututupi rambut jika kita bertemu nanti... kau tak akan bisa bayangkan bagaimana rupaku hihihi. Jangan lupa satu hal, aku juga sangat benci pada cermin. Jangan biarkan itu mengganggu pertemuan kita nanti ya..... Aku sanat ingin bertemu dan mempunyai sahabat yang kubisa kuajak bermain dan bercerita. Panggil aku... bayangkan aku.... Tolong...